JAKARTA, KABAR SENANDIKA — Model bahasa yang dilatih dengan ragam bahasa daerah diharapkan memudahkan warga mengakses informasi layanan dasar. Pengembang menyebut sistem ini dilatih menggunakan data yang dikumpulkan secara etis, dengan persetujuan penutur dan lembaga bahasa setempat.
Uji coba awal menunjukkan pengguna lebih nyaman bertanya dalam bahasa ibu mereka, terutama warga lanjut usia.
Latar belakang
Rencana tersebut sebenarnya sudah dibahas sejak awal tahun. Sejumlah kajian dan uji coba terbatas dilakukan lebih dulu agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai kebutuhan warga.
Di sisi lain, sebagian kalangan meminta agar pelaksanaan di lapangan diawasi secara terbuka. Laporan berkala dinilai penting supaya publik dapat menilai sendiri capaian program.
“Teknologi harus menyesuaikan diri dengan warga, bukan warga yang dipaksa menyesuaikan diri dengan teknologi.”
— Peneliti kecerdasan buatan
Yang perlu diketahui
- Data percakapan dienkripsi dan tidak dijual ke pihak ketiga.
- Pengguna dapat menghapus riwayat kapan saja.
- Tahap uji coba melibatkan 300 relawan.
Pakar keamanan digital mengingatkan agar penyelenggara tetap menjaga privasi dan tidak menyimpan percakapan pengguna lebih lama dari yang diperlukan.
Data yang dihimpun redaksi menunjukkan tren serupa terjadi di sejumlah wilayah lain. Karena itu, pola yang berhasil di satu daerah diharapkan bisa direplikasi di tempat lain.
Redaksi akan terus memperbarui perkembangan berita ini. Pembaca yang memiliki informasi tambahan dapat menghubungi redaksi melalui halaman Kontak.
(da/lp)
Komentar 1
Semoga bisa dipakai juga untuk bahasa Bugis dan Makassar. Orang tua saya lebih nyaman bertanya pakai bahasa daerah.