Kedekatan emosional adalah kekuatan terbesar karya kreatif kita.

Kita sering mengukur keberhasilan sebuah program dari angka: jumlah pengguna, jumlah unduhan, atau besarnya anggaran yang terserap. Angka itu penting, tetapi tidak pernah cukup.

Pengalaman di banyak daerah menunjukkan bahwa perubahan yang bertahan lama lahir dari kebiasaan kecil yang dijaga bersama, bukan dari peluncuran besar yang ramai di awal lalu dilupakan.

Karena itu, ukuran yang lebih jujur adalah apakah warga yang paling rentan ikut merasakan manfaatnya. Di situlah kualitas kebijakan dan kerja kita diuji.

Belajar dari lapangan

Data yang dihimpun redaksi menunjukkan tren serupa terjadi di sejumlah wilayah lain. Karena itu, pola yang berhasil di satu daerah diharapkan bisa direplikasi di tempat lain.

“Mengapa Cerita Lokal Selalu Menemukan Penontonnya.”

— Laras Paramitha

Tulisan ini adalah pendapat pribadi penulis dan tidak selalu mencerminkan sikap redaksi Kabar Senandika.