JAKARTA, KABAR SENANDIKA — Antrean yang lebih singkat dan layanan jemput bola menjadi alasan utama responden memberikan nilai lebih tinggi. Kebijakan ini disusun setelah melalui serangkaian konsultasi publik dengan pemerintah daerah, akademisi, dan perwakilan masyarakat sipil. Pemerintah menegaskan bahwa tahap awal akan dievaluasi setiap tiga bulan.

Sejumlah daerah yang lebih dahulu menerapkan pola serupa melaporkan waktu layanan berkurang drastis. Warga tidak lagi harus bolak-balik ke beberapa kantor untuk satu keperluan.

Latar belakang

Langkah ini merupakan kelanjutan dari program yang telah berjalan dalam beberapa tahun terakhir. Evaluasi menunjukkan bahwa koordinasi antarlembaga dan keterlibatan masyarakat menjadi faktor penentu keberhasilan di lapangan.

Data yang dihimpun redaksi menunjukkan tren serupa terjadi di sejumlah wilayah lain. Karena itu, pola yang berhasil di satu daerah diharapkan bisa direplikasi di tempat lain.

“Kami ingin pelayanan publik terasa sederhana: satu pintu, satu data, dan satu standar di mana pun warga berada.”

— Juru bicara kementerian terkait

Yang perlu diketahui

  • Tahap uji coba berlangsung hingga akhir tahun.
  • Layanan tatap muka tetap dibuka bagi warga yang membutuhkan.
  • Pengaduan dapat disampaikan melalui pusat panggilan 24 jam.

Meski demikian, pengamat mengingatkan pentingnya pendampingan bagi warga lanjut usia dan mereka yang tinggal di wilayah dengan sinyal internet terbatas.

Sejumlah warga yang ditemui Kabar Senandika menyambut baik kabar tersebut. Mereka berharap pelaksanaannya konsisten dan tidak berhenti sebagai program musiman.

Redaksi akan terus memperbarui perkembangan berita ini. Pembaca yang memiliki informasi tambahan dapat menghubungi redaksi melalui halaman Kontak.

(rp/lp)